CERPEN: SEPIRING TELUR & NASI GORENG
Apakah kalian masih mengingat rasa makanan buatan orang tua kalian? Saya ingat, saya masih mengingat hari pertama kali saya sadar atas kekuatan makanan.

Pagi itu, aroma bawang yang menusuk hidung menyebar ke semua sisi rumah, suara spatula yang menggosok wajan itu menembus pintu kamar saya yang tertutup rapat dan membangunkan saya dari tidur yang lelap. Saya bangun dengan jam yang menunjukkan pukul 05:47. Saya belum sadar sepenuhnya, tubuhku sepertinya masih dalam keadaan tidur, sampai akhirnya ibu saya memanggil nama saya dengan keras “Ezra! Bangun!”
Suara itu membuat saya sadar seketika. Dan, jujur, saat itu saya tidak ingat kalau hari itu adalah hari minggu. Maka saya langsung bangun dari tempat tidur dan bersiap-siap ke kamar mandi, lalu saya melihat baju Pramuka berada di tumpukan baju kotor, di saat itulah saya sadar bahwa hari ini hari minggu, yang berarti; Misa.
Saya bergegas ke dapur untuk melihat nasi goreng yang dibuat ibu saya. Saya diminta untuk mencoba, namun saya belum merasakan kelezatannya, maka aku menjawab “Enak”. Saat saya tahu sebenarnya saya tidak merasakan apa-apa. Karena itu, saya menolak untuk makan apa-apa paginya saat anggota keluarga saya yang lain sedang makan hingga habis.
Pagi itu, bapak saya mengantar kami sekeluarga untuk beribadah di gereja. Banyak anak-anak berlari-larian di sana, diantar oleh orang tua mereka. Diawal hingga pertengahan misa, saya bisa beribadah dengan baik, namun, saya baru mencium bau mulut yang biasanya keluar saat saya lapar, perut terasa kosong, dan rasa lapar menguasai tubuhku saat akhir misa.
Setelah misa berakhir, hal yang hanya dapat pikirkan adalah makanan dan tidak bisa fokus ke hal-hal lain. Karena bapak saya mempunyai pekerjaan setelah misa, saya, ibu, dan adik saya harus berjalan kaki menuju rumah, sebenarnya, ini adalah hal yang melelahkan karena saya juga sedang lapar, namun ibu saya menyemangati saya karena saya harus berolahraga. Perjalanannya memang sedikit panjang, tetapi rasanya segar untuk berolahraga dipagi hari sekaligus membantu penjual di sekitar lingkungan dengan membeli jualannya.
Setelah sampai di rumah, saya menyadari bahwa ibu saya berperilaku dan bergerak dengan cara yang berbeda, ibu saya bergerak lebih lemas dan mukanya terlihat luluh daripada hari biasa. Saya sedikit menyesal karena saya menolak untuk makan tadi pagi, karena tidak ada lagi makanan untuk mengisi perut saya yang kosong.
Siang itu, saya memutuskan untuk belajar untuk ulangan hari Senin besok sebelum akhiarnya saya tidur siang untuk menghilangkan rasa lapar di perut saya itu. Sekitar pukul 16:25 sore, saya bangun dari tidur siang saya dengan keringat di tubuh saya. Saya keluar kamar, melihat ibu saya yang sedang masak seraya mengeluarkan batuk yang berulang-ulang. Saya memutuskan untuk membantunya memasak agar ibu saya dapat beristirahat saja.
Bapak saya yang baru datang menawari bantuannya untuk memasak telur dadar di nasi goreng itu, saya menerima bantuannya. Kami mencicipi nasi goreng tersebut dan saya menyadari sebuah perasaan di hati saya, sebuah perasaan cinta.
Kami menyiapkan sepiring telur dan nasi goreng untuk tiap orang. Kini, setiap makanan dari keluarga terasa berbeda, aromanya yang sederhana dan kehangatan nasi yang menemani mulut yang kosong menjadi rasa kasih dan simbol hadirnya orang tua.
Sudahkah kalian makan masakan ibu hari ini?
Kenalan dengan Penulisnya yuuk....!

Nama Lengkap : Fidelis Ezra Nareswara Koloay
Tempat/tanggal lahir : Kuningan, 13 December 2011
Sekolah : SMP Yos Sudarso Cigugur
Kelas : IX-B
Email : fidelisezra@smpyodarci.sch.id
PROFIL SINGKAT
Halo! Perkenalkan nama saya Fidelis Ezra Nareswara Koloay, saya merupakan siswa kelas 9 dari SMP Yos Sudarso Cigugur yang tertarik pada dunia literasi. Menurut KBBI, literasi adalah suatu kemampuan untuk membaca dan menulis, tetapi saya percaya bahwa literasi itu lebih dari sekedar kemampuan. Bagi saya, literasi adalah cara untuk memahami dunia, menyampaikan aspirasi, dan melihat dari sudut pandang yang beragam.
Melalui tulisan, saya senang mengeluarkan ide, pendapat, dan segala isi pikiran saya. Untuk saya, menulis dan berkreasi adalah suatu cara untuk memahami diri sendiri dan dunia di sekitar.
MINAT
Menulis dan membaca
Menulis kreatif
Research dan eksplorasi informasi
Isu sosial dan budaya
Seni musik
PENGALAMAN MENULIS
2025 - Sayembara 7KAIH Tema Bakti dalam Warna dan Kata: Karya Anak untuk Ibu dan Ayah.
Menulis karya berjudul "Sepiring Telur & Nasi Goreng"
PRESTASI / PENGHARGAAN
2025 - Juara 3 LCC Gebyar SMANSA
2026 - Peserta OSN Tingkat Provinsi
MOTIVASI PENULIS
Menjadi dan mencintai dirimu sendiri adalah langkah terbesar dalam mencapai versi terbaik dirimu.
#stayweird
#bedifferent
#staycurious
SMP YOS SUDARSO